Label

Jumat, Juli 08, 2011

'My Mom' In Memorium....!

Newcastle,8 Juli 2011

Sekitar 4 hari yang lalu, Aku dan suami melihat foto foto lama di laptop. Melihat foto Nada dan Syauqi semasa kecil , melihat berbagai peristiwa dan event yang telah kami lalui. Sungguh kami berdua seakan disentakkan oleh kenyataan bahwa begitu cepatnya waktu berlalu dan usia semakin bertambah yang bisa dilihat dari perubahan fisik yang terjadi. Anak anak yang tumbuh semakin besar, kami yang semakin menua dan beberapa kerabat/teman yang sudah tidak ada di dunia ini lagi.

Tiba-tiba Aku berubah menjadi melankolis ketika melihat foto ini.



 Mereka berdua adalah kedua orang tua ku, beliau biasa kupanggil dengan sebutan Papa dan Mama Padang.
Suatu berkah dari Allah bahwa aku mempunyai beberapa orang yang kupanggil dengan  Papa,Mama, dan Ibu. Jadi selain dibesarkan dan mendapat kasih sayang dari orang tua yang melahirkan ,aku juga mendapatkannya dari yang lain salah satunya adalah dari Papa dan Mama Padang.

Tiba-tiba saja, Aku teringat Mama Padang (almh) yang sudah meninggal lebih 3 tahun yang lalu.
Seorang sosok Mama bagiku, sama besarnya rasa cinta dan sayang ku pada beliau berdua ini seperti cinta dan sayangku pada ortu kandung ku .
Mama Padang ini adalah kakak kandung dari Mama kandungku. Sejak umur 5 sampai 7 tahun ( ???) aku tinggal dengan beliau dan menjadi anak beliau, bahkan nama ortu di rapor tk ku adalah nama Papa Padang.
Masih terbayang di benakku,betapa aku dididik dengan disiplin oleh Almh, bangun pagi, pergi sekolah bersama uda-udaku yang 3 orang (yg kuingat berangkat sekolah dgn udaku no 3) kemudian dimasukkan juga les menari. ikut menemani beliau main tennis, kemudian sering di ajak jalan jalan ke pantai padang dan taman mini Padang ( sebutanku untuk taman melati padang^^).

Beliau memang adalah orang yang keras dan disiplin dalam kehidupan sehari hari, hampir samalah dengan mama kandungku dan proses didikan ini sedikit banyak membentuk karakter ku yang menjadi tidak cengeng dan tidak gampang menyerah pada situasi dan masalah yang dihadapi.

Aku kembali dekat dan berkumpul dengan Papa dan Mama Padang ini ketika aku memutuskan hijrah dari Merak ke Padang waktu kelas 3 SMA, dengan tujuan untuk lebih memuluskan langkahku masuk ke FK-Unand. Walaupun Aku tidak tinggal bersama beliau (kost) tapi setiap ada kesempatan, atau aku lagi jenuh or butuh sesuatu pertolongan pastilah aku mendatangi beliau berdua ini.

Ketika sudah tiba saatnya bagiku untuk menggenapkan setengah dien, Beliau berdualah yang kusibukkan dengan urusan ini, Papa padang dengan segala urusan surat dan administrasi, menjajaki calon suamiku serta melobi ortu kandungku.
Almarhumah lebih sibuk lagi, mulai dengan mencari perlengkapan kamar pengantin, memasak dan mempersiapkan tempat dan hidangan waktu acara lamaran bahkan sampai menyiapkan hari besarku. karena memang pernikahan ku dilaksanakan di kediaman Papa dan Mama Padang.
Tak akan pernah bisa kubalas semua kebajikan dan jasa jasa beliau berdua ini. termasuk juga dengan kebaikan semua uda -udaku yang sudah kurepotkan dalam proses pernikahanku.

Waktu berlalu begitu cepat, dan bagaikan di sambar Petir..ketika suatu hari Almh bercerita padaku bahwa beliau didiagnosa kanker rahim. Aku sudah menyarankan untuk periksa ke dokter yang berbeda dan jika hasilnya tetap sama ikuti saran pengobatan yang dianjurkan.
Tapi memang Allah punya rencana lain, ternyata memang waktu ditemukanpun itu sudah masuk kategori telat di ilmu kedokteran ( secara ilmu angka harapan hidup kurang dari 5 tahun ).

LUAR BIASA..
Almh memang seorang istri, ibu yang luarbiasa. Dalam sakit yang secara kedokteran tidak ada harapan sembuh dan hanya 'menyisakan' sekian tahun kebersamaan di dunia. Aku tidak pernah melihat dan mendengar beliau mengeluh tentang sakitnya. Beliau masih aktif seperti biasanya. Memasak, Mencuci, naik turun tangga menjemur pakaian, mengantarkan makanan untuk karyawan di toko bahkan beliau masih mengasuh cucunya.
Sampai suatu ketika saat aku mengunjungi beliau (Aku memang tinggal di luar kota Padang),beliau mengeluhkan kalau pinggang dan tulang sudah terasa nyeri, tidur susah. Aku mengatakan kepada Almh,' udahlah Ma..jangan dikerjain lagi kerjaan rumah tu, cari orang lain yang bisa ngerjain,,itu karena kecapean..Mama istirahat saja lagi". Tapi beliau tidak pernah mengindahkan perkataanku.

Aku sempat marah dan kecewa pada diri sendiri, dan pada orang orang dilingkungan Almh, kenapa beliau tetap dibiarkan mengerjakan segala sesuatunya sendiri, jangan diliat kondisi fisik beliau, karena memang kalau diliat kondisi fisiknya beliau seperti orang sehat tak keliatan seperti orang yang menderita penyakit mematikan.
bahkan aku sempat menghibur diri,  semoga diagnosa dokter tersebut salah karena toh sampai sejauh ini beliau masih keliatan segar bugar dan tetap aktif .
Tapi akhirnya aku menyadari bahwa apa yang dilakukannya di rumah dengan tetap sibuk walaupun sambil menahan rasa sakitnya itu adalah bagian dari baktinya sebagai istri dan ibu serta keinginannya yang ingin dianggap berarti bagi orang lain.( watak keras garis keturunan nenek nih).

Setahun terakhir kehidupan beliau, kondisi semakin melemah dan memburuk, beliau pasang alat bantu untuk BAK. tapi MasyaAllah dengan kondisi seperti itu beliau masih menghadiri pernikahan adikku di merak. masih menghadiri wisuda anaknya dan masih menjalankan kerjanya di rumah tangga, Sambil tetap bercerita kalau aku mengunjungi beliau bahwa sekarang nafasnya sering sesak kalau bekerja sedang atau jalan.
Ya Allah..Aku menangis dan sedih dalam hati..semakin nyata apa apa yang kupelajari dalam buku bahwa gejala gejalanya semua ada, bahwa penyakit Mama yang kucintai ini sudah tahap akhir, dan kemungkinan sisa umurnya hanya sekian (sambil berdoa semuanya salah dan ilmu yg kupelajari juga salah, soal usia kan Allah punya kuasa).

Satu Keinginan beliau adalah melihat anak perempuan satu satunya menikah,, punya suami yang baik, bisa membimbing dan pekerjaan sendiri ( pegang uang sendiri) serta kehidupan yang baik.
Akhirnya keinginan beliau terkabul. Adik perempuanku mendapatkan jodohnya. Sungguh pernikahan ini menyesakkan dadaku. Beliau hanya bisa duduk di kursi , memakai oksigen dan menyaksikan orang hilir mudik mempersiapkan pernikahan putri kandungnya. Sesuatu yang sangat kontras pada saat pernikahanku, dimana beliau semua yang mengurus dan mempersiapkan segala sesuatunya dan ketika saat tiba putri kandungnya menikah beliau hanya bisa melihat saja.

Ya Allah,,
Ampuni dan Maafkanlah segala kesalahan dan kekhilafan beliau.
Terimalah segala amal kebaikan dan keikhlasannya dalam membaktikan diri tuk keluarganya.
Aku menyaksikan sendiri ya Allah..
Bagaimana Sabar dan Ikhlasnya beliau dalam menerima ujian Mu berupa rasa sakit ini.
Beliau yang terkenal 'keras dan galak' begitu lembut dan sabar di penghujung usianya.
Tak pernah ku dengar keluhan dan hujatan padaMu atas rasa sakit yang dideritanya.
Selalu berpuasa sunnah baik senin kamis maupun puasa sunnah yang lain
Melaksanakan sholat lail dengan rutin bahkan Beliau tak pernah meninggalkan sholat bahkan di saat terakhirpun di saat tak bisa lagi berkomunikasi kecuali hanya dengan anggukan kepala saja, beliau tetap terjaga jika waktu sholat masuk.
Beliau tak ada menyusahkan dan merepotkan orang lain dengan sakitnya , karena beliau pernah bilang padaku,' jika Mama nanti tua dan sakit ,Mama ga akan menyusahkan orang lain'. Mungkin ini lah alasan beliau tetap bekerja di rumah walau didera rasa sakit,karena memang tak mau minta bantuan dan belas kasihan orang lain.

Ya Allah ya Rahman ya Rahim
Kasihani dan sayangi lah beliau...

Ya Allah yang Maha Pengampun dan Maha penerima Taubat
Ampuni dan Masukkan Beliau dalam JannahMu...
atas keihklasan beliau di dalam sakitnya...

Sesungguhnya, salah satu tanda bagaimana kehidupan seseorang adalah melihat di akhirnya.
Beliau meninggal di pagi hari kurang lebih 2 tahun sejak di diagnosa kanker
Pergi tanpa ada utang sholat (karena sudah shubuh dan belum dzuhur)
Pergi dalam keadaan bersih ( setelah di mandikan kakak iparku)
Pergi dalam keadaan tenang ( karena kakak iparku juga tak menyadari kepergiannya).
Dengan halus dan tenangnya Beliau meninggalkan dunia ini ( tanpa ada jeritan kesakitan)
Pergi setelah semua tugasnya selesai
Pergi dengan wajah tersenyum seperti tertidur.
Semoga ini pertanda bahwa beliau pergi menghadapMu dengan Khusnul khotimah.

Selamat Jalan MamaKu..
Semoga Engkau tenang di sana...
Terima Kasih atas semua kebaikan dan pertolonganmu...
Semoga Allah membalas dengan JannahNya
Hanya doa saja yang bisa kupanjatkan sebagai balas dari semua kebaikanmu kepada kami sekeluarga.


156- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]



“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkan-lah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”


Sampai kapanpun, engkau adalah mamaku....
Sosok yang menginspirasiku akan arti kesabaran dan keikhlasan...Miss U so Much..


Uniek


Ini adalah foto keluarga Papa & Mama padang waktu almarhumah sudah terdiagnosa kanker rahim tapi masih berusaha dan tampak segar bugar.
Iedul fitri ..22 Oktober 2006

4 komentar: