Label

Senin, November 14, 2011

Episode Tantrum

Ncl,14 November 2011

Membuat catatan kecil ini sebagai pengingat diri dari peristiwa peristiwa unik yang dialami, baik susah dan senang, sekaligus juga berbagi informasi dengan teman teman semua, semoga saja ada yang bisa diambil manfaatnya walaupun cuman 'secuil'.
Terima Kasih banyak kepada teman teman yang sudah berbagi mengenai kisah 'tantrum' ini di status fb saya :-)

Tulisan dan bahan tentang 'Tantrum' itu sendiri sudah banyak berserakan di dunia maya, baik itu tulisan ilmiah ataupun tulisan berkategori populer.
Dalam Note kali ini, saya ambil beberapa tulisan tersebut dan saya gabungkan juga dengan pengalaman pribadi dalam menghadapi kasus ini.
Sebelum berlanjut ke trik dan berbagi pengalaman, alangkah baiknya jika kita lihat dulu, apa sih pengertian sebenarnya dari Tantrum tersebut.

Tantrum atau Temper Tantrum/Tirade/Hissy fit ini adalah sebuah 'ledakan emosi', di mana hal ini biasa terjadi pada anak anak atau orang yang mengalami kesulitan emosi.
Hal ini normal terjadi pada anak anak (banyak pada usia 1-4 tahun) dan akan berkurang seiring bertambahnya usia anak tersebut.
Gejala Tantrum ini biasanya berupa Marah-marah, menjerit, teriak, menantang, menendang, bahkan ada beberapa yang menjurus pada kekerasan fisik yang mencelakan diri sendiri , seperti membenturkan kepala ke tembok, mencabut rambut,  bahkan ada yang sampai tidak bisa bernafas sehingga muka kebiruan dan pingsan.
Hal ini bisa terjadi di segala usia, walaupun yang sering ditemui adalah pada anak anak yang berusia 1-4 tahun.



Pada Anak yang berusia 1-4 Tahun, tantrum ini adalah Normal sebagai ungkapan dari keinginan mereka yang tidak terpenuhi dan juga sesuai dengan tahap perkembangan mental mereka, dimana pada usia ini mereka pada fase egosentris. Fase ke 'AKU' an nya sangat besar.
Seberapa besar dan kuat tantrum anak-anak pada usia ini, itu menggambarkan kekuatan karakter emosi mereka dan sebagai orang tua kita harus bisa menyalurkan emosi ini, jika tidak maka kelak ketika mereka tumbuh dewasa, mereka bisa jadi tumbuh menjadi pribadi yang anti sosial.

Orang Tua, harus bisa mengerti tanda tanda akan datang nya tantrum ini dan bisa mengantisipasi serta menyalurkan kelebihan emosi ini. Perlu kita ketahui bersama,bahwa anak harus diajarkan untuk bisa 'deal' dengan 'emosi'( bahwa mereka tidak bisa mendapatkan (langsung) semua yang mereka inginkan,)  ini sebagai bagian dari tumbuh kembang mereka untuk mencapai dewasa.
KITA HARUS AJARKAN ITU!.

Untuk Anak -anak yang berusia 2-3 tahun, mereka sudah bisa mengerti beberapa kalimat sederhana, bisa diajarkan mana yang benar dan mana yang salah, bis mengerti perintah (2 steps) walaupun mereka masih egosentris dan bermain dengan aktivitasnya sendiri.

Sementara untuk anak yang berusia lebih dari 3 tahun (3-5 thn) ,Mereka sudah bisa diberikan 'Instruksi/Perintah' 2-3 langkah, seperti 'Letakkan mainan kembali di box', Mereka sudah mulai belajar bekerja sama dengan orang lain, menyukai mainan /aktivitas pergroup.
Jadi usia 3-5 tahun ini adalah saatnya orang tua mengajarkan anak 'BERSOSIALISASI' sehingga mereka bisa dan nyaman berada di luar lingkungan mereka sendiri.
Mereka sudah bisa diberikan 'perintah', bisa diajarkan mana yang baik/tidak, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.

Trus Apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua untuk mengenali dan mengatasi Tantrum ini:
1. KENALI GEJALA/SIGNAL AWALNYA.

Biasanya jeritan atau teriakan adalah signal awal datangnya tantrum ini. Kalau hal ini terjadi di area umum, kita sebagai ortu mungkin merasa malu atau marah sehingga akan segera mungkin memenuhi keinginan /permintaan anak atau malah marah marah kepada anak.
JANGAN PERNAH LAKUKAN ITU SAHABAT SEKALIAN!
Kita harus ajarkan ke Anak, bahwa dia harus belajar 'deal' dengan perasaan tersebut sebagai proses tumbuh kembangnya.

2. JANGAN PANIK

Sangat penting bagi kita (ortu) untuk tetap tenang,tarik nafas dalam dan mensugesti diri bahwa banyak orang tua yang mengalami hal ini, dan ini adalah Normal dan kita harus bisa 'deal' dengan hal ini.

3. ALIHKAN PERHATIAN.

 Ketika kita menyadari signal awal datangnya tantrum ini, maka segera alihkan perhatian anak. bisa dengan mengubah topik, bercerita, atau mengambilkan mainan favorit,membacakan cerita kesukaannya, menyanyikan lagu, menunjukkan gambar lucu dan hal lainnya yang bisa mengalihkan perhatiannya dari fokus ke tantrum nya.

4. INGAT AKAN TARGET YANG KITA TUJU.

Kita menginginkan anak kita jadi anak yang sehat fisik dan mentalnya, anak yang tangguh dalam menghadapi masa depan yang keras.
Maka kita HARUS KONSISTEN dengan apa yang sudah kita sepakati bersama.
Contoh :
Waktu Syauqi umur 3-4 tahun, sebelum kami mengajaknya kepasar/mall jalan jalan, kami bikin perjanjian dulu,bahwa dia bisa ikut ke mall tapi tidak boleh membeli mainan yang tidak berguna ataupun meminta segala sesuatu sebelum disetujui oleh kami sebagai orang tuanya. (dan syauqi deal with this).
Suatu ketika, kami pergi ke mall dan dia minta mainan yang sudah dimilikinya di rumah, kami tak belikan, dan dia menangis keras di tengah keramaian tersebut.
Kami biarkan saja, dan bersikap cuek, sambil mengingatkan kembali perjanjian yang sudah ada. Ketika tangis sudah reda, barulah kami terangkan kenapa kami tak mau membelikannya mainan tersebut dan dia mengerti.
Sejak itu, Syauqi ga pernah coba lagi 'jurus' ngamuknya tersebut, karena memang ummi dan abinya tak mempan dan percuma saja walaupun dia mau nangis sambil guling guling heeheheheee.
Sejak itu kalau menginginkan sesuatu dia akan tanya, boleh atau tidak dia beli barang tersebut, or ummi dan abi ada uang ga tuk membelikannya.
MALU !..Pasti ada laah..semua orang pada ngeliatin, dan matanya pada memandang kami seakan akan bicara,'tega banget nih orang tua , ngebiarin anaknya nangis melolong...padalah berapa sih harga mainan yang diminta?'.Tapi bukan itu masalahnyakan? Masalahnya adalah kita mau mengenalkan disiplin pada anak kita dan mengajarkan dia juga bahwa tak semua yang dia inginkan harus didapatkannya.
So..Cuek ajalaah...Kitalah yang tau apa yang terbaik untuk anak kita dan bagaimana cara untuk mencapainya, betul bukan?^_^

*kasus 2.
Ketika anak kita mau ikut mengantarkan kakaknya ke sekolah, kita sudah beritahu sebelumnya, dia boleh ikut, kalau sudah bersih (misalkan, sudah ganti nappy).
Ya kita konsisten dengan aturan ini, walaupun dia mau nangis dan ngamuk berapa lama, biarkan saja. Toh akhirnya dia akan diam dan mengerti bahwa kita konsisten dengan aturan yang sudah di buat, dan besoknya dia akan mengerti sendiri bahwa kalau belum bersih dia tak akan bisa ngikut ngantar kakak ke sekolah.
JANGAN PERNAH MELANGGAR ATURAN YANG SUDAH DIBUAT, SEKALI KITA TIDAK KONSISTEN, PERCAYALAH AKAN LEBIH SULIT LAGI MENGATASI ANAK.

3. ABAIKAN TANTRUM NYA

Jika kita berada di pusat perbelanjaan atau dimanapun, teruskan saja beraktifitas dengan tenang, seakan akan tidak terjadi apa-apa. Ini adalah hal yang sangat sulit kita lakukan sebagai orang tua, tapi HARUS!
Sekali kita menjawab mereka atau memberikan perhatian, maka anak akan lebih hebat tantrumnya karena merasa mendapatkan perhatian kita, Contoh kasus bisa diliat di poin no 2.
Satu hal yang harus diperhatikan adalah " Pastikan anak dalam kondisi Aman, jauhkan dari hal hal yang akan membahayakan dirinya.
Bersikap cuek tapi sebenarnya kita tetap memperhatikan nya.

4. Berikan Perhatian Lebih.
 Begitu kita melihat ada tanda tanda bahwa anak sudah mulai tenang, tangisnya udah ga keras lagi, segeralah berikan semua perhatian kita padanya, peluk dia, berikan kehangatan, kasih sayang, dan pengertian,,,
pokoknya berikan semua perhatian tuk sang buah hati. Kesempatan tuk memberikan masukan positif ke mereka nih.

5. DOA

Jangan pernah lupakan kekuatan Doa, bukan kah kita sama sama tau dan meyakini bahwa Allah lah yang punya kuasa dan maha menguasai hati makhluknya, maka berdoalah dan minta kepada Allah Swt untuk melunakkan hati sang buah hati atau siapapun yang sedang 'tantrum' ini.
Kasus;
Ketika sang anak tak mempan dengan semua jurus dan bujuk rayu yang ada di kepala berdasarkan knowledge yang ada, maka saya jadi teringat dengan kisah Ust Budi dan Almh Ustdz Yoyoh di episode sang bunga melati.
Jadi Almh ustdz Yoyoh selalu berdoa di setiap saat dan kesempatan yang ada, termasuk ketika ingin meletakkan bunga melati setiap malam di kasurnya, dan berdoalah beliau didepan pohon bunga melati tersebut agar senantiasa berbunga.
Naahh..saat itulah,, dikala sudah mau menyerah karena sang anak sudah mulai menyakiti fisik, saya berdoa di depannya dengan suara terdengar oleh nya (anak) mohon pada Allah agar anak tidak menyakiti fisik dan supaya dia tenang, ALhamdulillah...tangis dan amukannya mereda (bukan berhenti loh) dan tidak ada menyakiti fisik lagi sejak itu.
Kalaupun tantrum datang tidak lah selama dan sehebat dulu lagi,,

6. AHLINYA
 Seandainya tips tips di atas atau segala usaha kita tak juga membuahkan hasil. maka perlulah dipertimbangkan kiranya untuk membawanya ke orang yang paham dan 'pakar' dalam hal ini.
Bisa membawanya ke dokter (Umum. dokter anak) atau ke psikolog , barangkali saja ada faktor faktor penyebab yang memang memerlukan intervensi dari pakarnya.

Itu dulu yang bisa saya bagi mengenai tips menghadapi anak tantrum ini, semoga saja ada manfaatnya.
InsyaAllah setiap anak anak itu menyenangkan dan penyejuk jiwa, tantrum dan masalah yang lainnya hanyalah segelintir episode dalam proses pendewasaan kita sebagai orang tua dan supaya memacu kita supaya lebih dan terus belajar mengenai proses kembang anak dan tak lupa yang paling penting adalah supaya kita senantiasa mendekatkan diri pada Allah Swt sebagai Pemilik Mutlak sang hati.

InsyaAllah sahabat sekalian, yang mempunyai anak, kemenakan, adik, pasien atau berhubungan dengan anak yang ada sifat 'tantrum' ini, sedikit tips diatas bisa dicoba, semoga berhasil:-).
Setiap anak adalah 'Unik' dan 'penanganan' nya pun tidak bisa disama ratakan'
Tips di atas bersifat umum saja, semoga bisa dikreasikan oleh para Ortu sesuai dengan karakter anak dan sikon yang ada.

Sekali lagi saya tuliskan disini.
TAntrum pada anak anak apalagi pada usia 1-4 tahun adalah hal yang banyak terjadi dan normal saja.
Tinggal bagaimana kita mengantisipasi dan mensikapinya sehingga ketika sang anak bertambah usia dan tumbuh menjadi dewasa mereka tidak tumbuh menjadi pribadi yang 'anti sosial'.
Waalohu'alam

Demikian dulu..
Terima Kasih kepada semua sahabat yang sudah sharing..
Masih ditunggu loh masukan dan cerita teman teman semua di sini.

Wassalam
Uniek94

sumber ;
http://www.rcpsych.ac.uk/mentalhealthinfo/mentalhealthandgrowingup/dealingwithtantrums.aspx
http://www.rcpsych.ac.uk/mentalhealthinfoforall/mentalhealthandgrowingup/goodparenting.aspx
http://www.babycentre.co.uk/toddler/penelopeleach/whatisatantrum/
http://en.wikipedia.org/wiki/Tantrum
Pengalaman pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar