Label

Minggu, Agustus 29, 2010

Ramadhan Oh Ramadhan

Ncl, 29 august 2010

Alhamdulillah, ramadhan sudah memasuki hari k_19. Tidak terasa waktu cepat berlalu dan tanpa disangka kita sudah di penghujung 10 ke 2 Ramadhan tahun ini.
Note ini, berisi cerita tentang ramadhan di LN alias UK terutama di Newcastle yang bukan negara muslim dan penduduknya juga minoritas muslim.

Suasana menjelang dan selama Ramadhan, jelas berbeda sekali dengan negeriku Indonesia. Kalau kita tidak peduli dan tidak kuat iman, maka ramadhan akan berlalu begitu saja di sini, karena memang suasananya tidak berbeda dengan hari-hari lainnya.
Berikut ini, beberapa perbedaan yang bisa Saya ceritakan kepada teman-teman semua ;



1. Menjelang Ramadhan;

Indonesia.
MAsih teringat dalam pikiranku,beberapa hari menjelang Ramadhan suasananya sudah mulai terasa, sebagian besar warga sudah membersihkan rumah, membersihkan pekarangan, mengecat kembali rumahnya, dan ibu-ibu sudah mulai sibuk di dapur memasak rendang (sumbar-red) dan masakan lain yang awet dan tahan lama.

Pemuda dan Pemudi sudah sibuk merencanakan mau pergi 'balimau' ke mana? katanya sih demi menyambut bulan suci ramadhan, jadi kita musti suci / bersih diri dulu dan rumah..hmm...sebuah deviasi makna 'suci' dari 'Ramadhan bulan suci'. kemudian semua orang, tua, muda,ABG saling mengucapkan kata saling memaafkan semua salah dan khilaf karena mau Ramadhan, baik melalui telpon,sms, email dan media komunikasi maya lainnya seperti fb,twitter dll.

UK sendiri, baru merasa kalau kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, yah dari milis-milis yang sudah mulai ribut sejak 2 minggu sebelum Ramadhan. di antara milis yang rame pembahasan tentang ramadhan itu adlaah milis KIBAR (Keluarga Islam Indonesia Britania Raya) dan milis Daffodil (muslimah se UK) dan ada juga milis-milis lokality seperti kalau di Newcastle namanya milis Al_Imanu (Indonesian Muslims Association@Newcastle)..Nah, kalau kita rajin membuka milis ini terutama milis KIBAR maka setiap saat di email kita sudah masuk beberapa pesan, walaupun kita baru saja buka 30 menit yang lalu.

Apa isinya? tentang persiapan dan pembekalan ramadhan?tentang fikih puasa?fadhilah puasa? ada sih...tapi hanya bagian kecil, justru yang banyak berkembang itu adalah diskusi, Bagaimana nih Puasa di musim 'panas' yang waktunya sangat lama18 jam. apa kita harus puasa selama itu? apa kita ikut waktu indonesia? atau kita ikut waktu negara muslim terdekat?atau kita bisa tidak berpuasa dan meng qodha nya di lain waktu? bagaimana dengan kesehatan? kelaparan? dehidrasi?nanti malah jadi sakit?trus aktivitas gimana?dan masih banyak pertanyaan senada yang dilontarkan di milis, sambung menyambung antara yang melontarkan pendapat, bertanya, menceritakan pengalaman teman dll.

Memang, Ramadhan kali ini jatuhnya bertepatan di musim 'panas',dan akibatnya, waktu siangnya sangat lama dan malamnya singkat. Tidak banyak yang bisa menceritakan tentang pengalamannya berpuasa di 'musim panas' ini karena kebanyakan warga milis KIBAR adalah student yg hanya beberapa tahun di sini atau kalaupun ada yg bekerja dan tinggal di uk itupun baru hitungan berberapa tahun. sementara ramadhan di musim panas jatuhnya yah memerlukan puluhan tahun.
Kalaupun ada yang sudah jadi warga permanen di sini, kebanyakan mereka memilih pulang dan berpuasa di indonesia pada saat ramadhan di summer time ini.

Diskusi terus berlanjut sampai dengan hari'H'. Sayapun merasakah bahwa malam ini sudah mulai tarawih dan besok sahur juga dari situs jejaring sosial yang banyak menuliskan ,'mohon maaf lahir bathin', 'yuk tarawih' dan 'sahur,sahuuurrrr...'. Di situlah saya tersentak dan baru sadar ternyata di Ina sekarang sudah sahur sementara di UK sendiri masih jam 9-10 malam, ini disebabkan adanya perbedaan waktu 6 jam antara 2 negara ini.

Memasuki hari k-2 Ramadhan, barulah beberapa cerita masuk dari teman-teman di milis bahwa Alhamdulillah mereka bisa menjalankan puasa selama 17-18 jam mereka tanpa ada halangan yang berarti, bahkan ada anak-anak yang berumur 7-8 tahun juga sanggup berpuasa penuh dan pernah tanpa sahur..Subhanalloh...Disinilah saya merasakah kasih sayang Allah swt dan lebih merasakan makna dari 'la Yukallifullohu nafsan illa us'aha' yang maknanya, Bahwa Allah tidak akan membebani hambaNya di luar batas kemampuannya.

Walaupun Ramadhan kali ini jatuh di musim panas yang menyebabkan puasanya panjang yaitu 17-18 jam, tapi suhu yang ada di sini berkisar belasan, antara 11-19 tapi rata-rata 16 C. suhu yang sejuk walaupun matahari bersinar tetapi tidak terasa panas bahkan dingin karena ada angin yang bertiup.

Subhanalloh..AllohuAkbar...Terbantahkanlah semua kecemasan dan kekhwatiran yang berkembang sebelum Ramadhan menjelang. Bahkan seorang anak perempuan umur 14 tahun mengatakan, berpuasa di Newcastle ini lebih terasa ringan daripada puasa di Indonesia, padahal beliau tinggal di Bogor, sebuah koa di Indonesia yang notabene masih berudara sejuk atau tidak sepanas kota Padang.

Jadi apa yang terasa berat? bukan haus, bukan lapar tapi menunggu waktu berbuka puasalah yang terasa lama sekali. karena kita baru berbuka puasa jam 8.45 malam.

Itu dulu sekelumit cerita tentang Ramadhan kali ini di sini (Newcastle-red).
InsyaAllah ada kelanjutan cerita tentang suasana dan aktivitas Ramadhan seperti berbuka puasa bersama, tarawih di sini .
Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum wr wb
^.^


Uniek

6 komentar:

  1. kayaknya ana pembaca pertama...
    semangat uni, kepengen mau ke sana....smg suatu saat bisa juga menginjakkan kaki di sana. amin

    BalasHapus
  2. saya pembaca kedua.....saya pengen sekali sekolah ke UK.....tapi,...hiksss.....

    BalasHapus
  3. subhanallah ya, ternyata puasa itu bukan masalah lama atau tidaknya ya. Tapi tergantung niatnya kali ya. Jika lamanya waktu terasa berat kalau niatnya kuat akan terlewati juga. Tapi un kira2 krn waktunya panjang pahalanya besaran mana ya, puasa di sana atau di Indonesia.. :)

    BalasHapus
  4. Bagus tulisannya henny, tambah pandai aja ibu satu ini salut hen....terus berkarya.....ditunggu tulisan laennya....

    BalasHapus
  5. @Mukri & Taufik; yup, anda adalah komentator pertama, bukan berarti pembaca pertama :-)
    syukron...InsyaAllah suatu saat adik-adik akan sampai disini, karena kalian adalah orang yang penuh energi and 'dreamer'..

    @Gina : Pahalanya tergantung dan urusan sepenuhnya dari Allah swt.
    tapi pernah membaca sih, tingkat kesulitan kita dalam beribadah sebanding dengan nilai pahalanya ^.^

    BalasHapus
  6. okelah...yang penting ada pertamanya...daripada yang kedua.....he he he ^_^

    BalasHapus