Label

Senin, Februari 11, 2013

Belajar ala Syauqi :-)

Serang, 110213

Assalamualaykum sahabat semua.
Semoga selalu sehat dan penuh semangat di senin nan cerah ini ya.

Alhamdulillah, tidak terasa sudah 2,5 bulan saya dan anak-anak kembali ke tanah air dan sudah 1 bulan NS menjalani hari-hari di sekolah mereka yang baru.

Beberapa teman menanyakan kepada saya bagaimana proses adaptasi anak-anak sekembalinya ke tanah air, termasuk proses NS menjalani hari-hari mereka di sekolah yang pastinya sangat berbeda dengan sistem pendidikan di Inggris.


Satu bulan bukanlah waktu yang cukup untuk NS beradaptasi dan mengadoptasi semua hal dan kemudian mengharapkan jawaban dari mereka,'everything is fine,ummi!'. 
TIdak ! Saya juga tidak mengharapkan jawaban seperti itu saat ini, tapi berdasarkan pengamatan terbatas umminya ini , NS kelihatan sudah mulai bisa menyesuaikan diri dan belajar menerima perbedaan yang ada antara dua sekolah mereka ini.

Banyak hal yang cukup mengejutkan bagi saya selaku umminya yang mendampingi hari-hari mereka dan menjadi tukang ojek mereka he he he, hal yang tidak terpikirkan sama sekali atau justru hal yang saya takutkan menjadi hal yang memotivasi mereka tapi itu akan saya bahas di note yang berbeda.

Kali ini saya ingin fokus bercerita tentang syauqi dulu, karena memang syauqi lah yang paling berat syok nya di sekolah karena keterbatasannya dalam bahasa Indonesia dan karakternya yang memang tidak betah duduk lama mengerjakan sesuatu ( kecuali membaca dan bermain game ^_* ).

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa bersekolah di tanah air, harus menyiapkan tas yang besar untuk membawa buku yang banyak baik buku tulis, buku paket maupun lks dan siapkan juga mental anak untuk mendapatkan PR hampir setiap hari.

Nah, PR ini lah yang menjadi masalah terbesar syauqi saat ini, sepulang sekolah yang sudah sore ( sekitar jam 3 sampai d rumah) dia inginnya bermain dan istirahat, maklum masa sekolah yang lumayan panjang dengan suhu yang di atas 30C membuat Syauqi tidak berdaya plus sudah terbentuknya pola selama di NCL bahwa PR ini hanya di akhir pekan saja, sehingga malam harinya dia juga tidak mengerjakan PR, malah membaca buku atau mengerjakan sesuatu yang dia senangi.

Setiap malam selepas maghrib, umminya selalu bertanya apakah ada PR? ayo ummi bantu mengerjakannya? dan bujukan lainnya, tapi seperti biasa juga, saya juga tahu dia akan jawab bahwa dia tidak mengerti PR nya, bahkan lebih parah dia akan jawab ada PR tapi tidak tahu halaman berapa :(

Syukurlah hal ini tidak setiap saat terjadi, jika dia ingat ada PR dan dia mau mengerjakannya, maka inilah cara syauqi mengatasi ketidakmengertian akan tugas rumah yang diberikan oleh gurunya di sekolah.

1. Syauqi akan meminta saya untuk menghidupkan komputernya ( colokin kabelnya )

2. Syauqi akan panggil orang yang ada di sekitarnya seperti tante nurul, mba atik,mba siti  untuk duduk di sebelahnya dan membacakan pertanyaannya. (loh, kok bukan umminya?)

3. Kemudian Dia dengan lincahnya akan mengetik di G translate pertanyaan tersebut :))

4. Langkah selanjutnya dia akan berusaha mencerna pertanyaan yang sudah di translate tersebut.

Mba Siti yang membacakan soal :)
HIks...Bisa dibayangkan oleh sahabat semua, berapa lama waktu yang Dekki butuhkan hanya untuk mengerti pertanyaan, belum lagi waktu yang di butuhkan untuk mencari jawaban dan menuliskannya dalam bahasa Indonesia ! Yup..itulah sebab kenapa bukan umminya yang mendampingi kalau Syauqi memilih cara belajar seperti ini, karena kalau umminya akan membacakan PR nya dalam bahasa Ina dan English, kemudian minta dia jawab dalam English untuk mencek apakah dia mengerti dengan topik tersebut dan kemudian baru membantunya untuk menuliskan jawaban dalam bahasa Ina.

Syauqi lebih memilih cara pertama, karena dia bisa menghidupkan komputer dan mencuri-curi main di sana jika umminya tidak mencek, kemudian waktu lebih lama diperlukan sehingga ketika bedtime tiba dia belum menjawab dan esok harinya berangkat ke sekolah dalam kondisi  tugas belum di kerjakan :(

Bersyukur sekali, ketika saya komunikasikan ini dengan gurunya, mereka tidak masalah dan membiarkan saja proses seperti ini selama beberapa bulan. Dan nanti ketika waktunya sudah tiba baru mereka akan mencek apakah Syauqi mengerjakan tugas atau tidak.
( cukup lega sampai saat ini).
Kejadian seperti ini tidak selalu saja kubiarkan, kadang saya tetap mengharuskan Syauqi untuk menyelesaikan tugasnya dulu baru boleh tidur, artinya biar dia belajar disiplin dan TJ, bahwa tugas itu harus dikerjakan dan dia tidak boleh menganggap enteng suatu tugas hanya karena semua orang memahami kesulitannya. Dia harus berjuang untuk mengatasi masalah ini dan harus keluar sebagai pemenang :)

Menjawab Pertanyaan di atas kasur ( bedtime) dan uni Nada sudah tertidur pulas di sampingnya :)
Oh iya, suatu hal yang mengejutkan juga ketika saya menemuka kertas ulangan harian IPA nya dengan nilai 87 he he he. MasyaAllah ternyata dia mengerti  dan paham juga dengan pelajarannya, walau terkesan dia tidak mau dan malas mengerjakan tugas rumahnya.
Tes IPA Pertama
Satu lagi solusi yang dia pikirkan sendiri untuk masalah ketidakmengertian bahasa ini adalah, beberapa kali Syauqi membujuk saya untuk membolehkan dia membawa laptop ke sekolah sehingga dia bisa mengetik di G translate apa yang diterangkan oleh gurunya hahahaaa.... ( aya-aya wae anak ummi ini )

Jadi,...
Mari kita lihat saja sampai berapa lama Syauqi akan beradaptasi dengan baik dengan sistem baru ini dan semoga dia tidak pernah putus asa ( ini mah lebih banyak motivasi untuk umminy).

InsyaAllah  sampai saat ini baik uni Nada, Syauqi dan Umminya masih tetap berjuang untuk segala asa dan cita yang tertanam. Mohon do'a dari sahabat semua ya.

Selamat Beraktifitas untuk semua sahabat di belahan bumi mana saja :)
Salam

Uniek94

























6 komentar:

  1. uniiii, keren pisan ih dek syauqi, tetap semangat ya niii, kangeen peluk uniii mmmuuaaah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jazakillah khoir ayuk Iffah sayang, InsyaAllah tetap semangat. jangan bosan untuk doakan kami sekeluarga ya ayuk :)

      Hapus
  2. anak cerdas di mana pun tetap cerdas, selalu punya cara cerdas untuk mengatasi masalahnya. *sambil membayangkan Dzakka masuk kelas 1 SD di Indonesia, mbayangin test masuknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin tante Ari. Tenang aja tante ari, di lanjutkan aja di sana, sehingga pulangnya setelah masuk SD hehee

      Hapus
  3. wah salut tuh perjuangan mas syauqi dlm beradaptasi. jangankan mas Syauqi yg baru dateng dr UK, tmn2 lain yg semenjak kecil sklh di Indo aja msh banyak yg kuwalahan dg kurikulum Indo. Yg penting g stress ya mas Syauqi :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah tidak tante Devy, makanya ummi juga ndak terlalu memaksa sampai saat ini . yag penting dia paham walau dia tidak bisamenjelaskan dalam bahasa indonesia.

      Tetap ingin melatih dan mengembangkan daya krits nya walau sistem sekolahnya mash kurang optimal dalam hal ini.

      Mohon doa selalu ya tante :)

      Hapus