Label

Sabtu, April 24, 2010

Sesi 3

Croydon Road, 25 April 2010

Terima kasih atas semua masukan, saran dan do'a dari temen-temen untuk kami sekeluarga terutama untuk Uni Nada.
Kemarin sore adalah saat kepulangan Uni Nada dari sekolah yang di tunggu
- tunggu dengan penuh rasa penasaran dan debaran jantung ( ihhh...lebaaayyy..)karena kemarin ada PE dan kami sudah beritahu dia kalau pas PE jilbab di masukin ke dalam blose nya.

Nada : kenapa, kok di masukin Mi?

Aku : Iya, biar uni Nada tidak terganggu gerakannya waktu berolahraga (padahal selama ini dia pun enjoy aja kok dgn pakaian dan segala aktivitasnya),Apalagi sejak kami tinggal di sini, tidurpun Nada pakai jilbab, enak dan hangat katanya.

Suamiku yang menjemput anak-anak dan begitu mereka masuk ke rumah, mataku langsung melihat jilbab uni Nada di masukaan dalam blousenya (hmm...berarti dia mengikuti saranku pagi tadi ,,,berarti aman nih pikir Ku).
Tak sabar rasanya lidah ini untuk bertanya, bagaimana tadi di sekolahnya,tapi belum sempat Aku bertanya , dia sudah berkata .

Nada : Ummi, tadi Nada tidak buka jilbab di sekolah !

Aku : Alhamdulillah.....bagus itu.....!

NAda : tapi Nada juga tidak ikut PE..

Aku : (kaget dan heran karena Nada mengucapkan kalimat itu dengan ekprsi datar)kok tidak ikut PE?

Nada : because my teacher said : You must take off your scarf or you dont have to PE today. dan uni Nada hanya terdiam

Aku : trus uni Nada buka jilbabnya?

Nada ; ya enggalah Mi.

Aku : trus uni Nada ngapain ajah selama PE?

Nada : hanya melihat aja, teman-teman main tenis.

Aku " Uni Nada sedih , liat temen-temen main atau sedih ga karena ga boleh ikut PE?.

Nada : engga ? (hehehehehehe...kebetulan anak gadisku emangn tidak begitu suka PE)

Aku : ehhmmm...Uni Nada, seandainya nanti ama guru emang ga boleh pakai jilbab waktu PE, gimana?

Nada : ya udah, Nada ga udah ikut PE !

Aku : berarti uni Nada ga ikut semua PE dong, sedih ga ?( kutanyakan kembali tuk menyakinkan pendapatnya)

Nada : engga lah Mi !

Aku : berarti nanti ga ada nilai PE dong?gimana?

Nada : terdiam

Aku : kalau misalnya nanti ummi dan abi juga ga berhasil ngomong ama kepala sekolah dan uni Nada harus lepas jilbab selama PE gimana? atau uni nada emang ga boleh ikut lagi PE, gimana? mau lepas jilbabnya?

Nada : ya enggalah Mi, masa Nada mau melanggar perintah Allah karena takut sama guru,,iya kan Mi?

Subhanalloh.....Aku hanya bisa terdiam. Bercampur aduk perasaan ini, ada haru,kaget dan bangga atas jawabannya yang terakhir, tidak menyangka bahwa dia akan menjawab itu dengan spontan dan yakin. Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya itu.
Kalau kemarin, Aku sempat berpikir bahwa dia tidak mau lepas' scarf' di sekolah, karena terpaksa dan takut sama kami. Maka dengan percakapan siang kemarin, Aku berusaha melakukan dialog dan menanyakan sendiri pendapatnya tentang lepas 'scarf' di sekolah.
Aku malah secara terselubung merayu dia untuk mau buka 'scarf'jika lobby kami tidak berhasil kepada KEPSEK, karena memang dia belum wajib tuk memakainya, sekaligus melihat sejauh apa persepsinya tentang ' scarf' dalam alam pemikiran anak-anak.Dan itulah hasilnya.

Inilah note ku hari ini dan kelanjutan cerita tentang 'scarf' uni Nada.Kami sudah bikin appointment tuk bertemu Kepsek hari selasa besok (tolong bantu doa nya ), karena degan guru nya tidak berhasil. Kami juga dapat info kalau ada anak teman beda kelas di sekolah yg sama tidak di suruh buka 'scarf' selama PE.

Kami tidak pernah secara khusus menanamkan doktrin tentang 'hijab' dan 'adab-adab islam' kepada anak-anak, tapi semua berjalan natural dalam setiap episode kehidupan mereka. Dari dialog itu, Aku mengambil kesimpulan, Nada bisa bersikap tegas begitu karena dia sudah terbiasa melihat kami ortu nya ( Aku ) memakai jilbab dalam setiap kondisi dan kemudian juga di sekolahnya yang lama (TKIT dan SDIT)semua ustadzhah dan teman-teman yg lain juga memakai jilbab, kemudian kami juga selalu membawa dia ke tempat-tempat yg sarat nuansa islamnya ( ke pengajian, seminar, training, ataupun ke Rs, bahkan ikut pula ber'demo' - baik sebagai peserta maupun sebagai narasumber).Setiap aktivitas yg Kulakukan di Ina sebagian besar membawa Nada dan Syauqi (karena memang tidak ada yg bantuin)baik sebagai dokter ataupun sebagai pasien, sebagai guru maupun sebagai murid , semua itu mereka melihatdan merasakan dan itu mungkin yang terekam dalam memory mereka,
Sekali lagi terbukti, bahwa fase 'golden age' itu memang ada dan amat sangat efektif terhadap perkembangan EQ-IQ-SPRITUAL ANAK.

So..temen-tmen semua yang punya anak balita, jangan lewatkan masa2 itu...tidak susah menanamkan dan mengenalkan 'islam' pada anak kita . cukup dengan 'qudwah hasanah' , contoh yang baik dan lingkungan yang mendukung.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Ahzab-21 :

'Sungguh telah ada pada diri Rasululloh itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu)bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Setiap aktivitas kita sebagai orang tua harus mencerminkan bagaimana islam itu sendiri sehingga anak bisa melihat dan mereka akan meniru apa yang mereka lihat,dengar dan rasakan.

Nah..bagi para orang tua khususnya saya pribadi yang ber sekolah 'umum',amatlah penting bagi kita untuk terus belajar - belajar - belajar bagaimana dan apa islam itu sendiri dalam setiap aspek kehidupan kita. Amatlah 'musykil'Kita bisa menerapkan dan melaksanakan agama dengan baik kalau kita tidak tahu ilmunya dan bagaimana mungkin pula anak-anak akan jadi permata hati dan penentram jiwa bahkan mengirim do'a jika kita sudah tiada,seandainya mereka tidak kita didik dan kita kenalkan dengan Allah sejak dini.

Wallohu'alam
semoga bermanfaat

3....6.....5......^ _ ^



uniek13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar